PEGALAMAN PERTAMA KALI NAIK GUNUNG

Sebelum gue cerita lebih jauh, Cerita gue ini bukan bermaksud untuk menggurui ataupun pengen di bilang anak gunung ataupun baru naik gunung sekali aja atau bla..blaa.blaaa. Gue gak pengen di bilang seperti itu. Percayalah, Gue hanya cerita apa sih pengalaman yang bisa gue ambil secara pribadi selama di Gunung dan kenapa sih gue harus banyak bersyukur. Oke lanjut cerita...

Pada bulan Desember lalu, Temen kampus gue berencana ngajak gue untuk mendaki untuk pertama kalinya ke Gunung Merbabu. Sebenarnya sih agak ragu, karena memang masih ngerasa takut aja gitu. Eh tapi gue penasaran gimana dong? okelah gue ikut. 

Singkat cerita,guepun berangkat bareng rombongan sekitar 7 orang 4 dari teman kampus gue dan 1 teman yang gue bawa yang juga pertama kali naik gunung. Gue berangkat malam hari dari Dambri Jakarta menuju Solo menggunakan Bis karena ga dapet tiket kereta hmm bukan ga dapet juga sih karena tiket keretanya mahal dan duitnya ga cukup juga yauda naik bis hehee... Siang harinya gue tiba di Solo dan di jemput menuju basecamp bareng sama temen temen.

Setibanya di Basecamp gue langsung bergegas , Mandi, Makan dan bersiap menyiapkan peralatan yang akan di bawa waktu mendaki nanti. Gue merasa nyaman banget sih ada di basecamp ini gue ngerasa kayak ada di rumah sendiri. Oh ya, nama pemilik basecamp ini namanya Pak Nardi nahh biasanya di sebut basecamp Pakde Nardi. Pokoknya kalau kalian mau naik ke gunung merbabu juga cocok banget deh istirahat di basecamp ini. Kita gak punya banyak waktu istirahat menjelang sore hari setelah semua siap gue dan temen temen melanjutkan perjalanan ke pintu masuk gunung merbabu melalui jaur selo dengan di antar mobil Pakde Nardi. 

 Pintu Masuk Jalur Pendakian Selo

Tiba di Jalur Pendakian Selo kita sejenak berfoto dan berdoa bersama sebelum memulai pendakian karena pada dasarnya alam beserta isinya hanya milik Allah dan sepatutnya kita meminta izin dengan berdoa agar semua berjalan dengan sesuai rencana dan di beri kesehatan serta keselamatan di setiap perjalanan pergi hingga kembali. Oh ya, di sini kita harus registrasi dulu ke Panitia dengan melampirkan fotocopy ktp. Setelah semua selesai registrasi gue dan temen temen beranjak memulai pendakian dan rasa takut guepun sedikit muncul. 

Setelah sejam mendaki , matahari mulai beristirahat dan di gantikan oleh bulan tetapi kita tetap melanjutkan perjalanan mendaki di temani oleh gelapnya malam dan ribuan bintang di langit.Rasa lelahpun datang kita harus beristirahat dan membangun kemah bersama bersama - sama. Ini menjadi pelajaran pertama yang gue ambil yaitu kerjasama dan melawan rasa ego pribadi karena semua sama sama lelah tetapi kita harus tetep berkerjasama untuk membangun kemah.

Setelah 2 kemah siap dan kitapun berbagi tempat ada 7 orang disini dan harus berbagi. Jadi gue , temen gue dan temen kampus gue 1 kemah selebihnya 4 orang temen gue di kemah yang satu lagi.

Ada Cerita Unik Pada Malam Harinya.

Ditemani oleh suara angin dan jangkrik yang saling berirama sedang asyik bercerita satu sama lain ada satu kejadian yang agak sedikit membuat bulu kuduk merinding....      Teman kampus guepun terdiam seperti memikirkan sesuatu gue sedikit bingung karena memang tidak biasanya dia kayak gini.Hari pun mulai berlarut malam dan gue akhirnya bertanya karena mengingat semua butuh istirahat " Bro lo kenapa diem aja tumben dah? " dengan muka pucat dan seperti ada yang ditahan untuk di bicarakan guepun menatap dengan tatapan tajam diapun akhirnya menjawab " Gue sakit perutttt, tebelet BoXer bro temenin lah... " dengan muka bingung gue pun menjawab " Oh Oke tebelet boXer" hahaa....

Pengalaman yang bisa gue dapet selanjutnya adalah " Boxer dulu sebelum menempuh perjalanan jauh apalagi di gunung " hehee.....

Suasana pagi di tenda.

 Muka seneng bangun pagi.

Selamat Pagiiiiii..... Dari tenda ... hahaa..
Sebelum melanjutkan perjalanan gue dan kawan kawan menyiapkan makan dan ini pengalaman pertama gue masak di gunung. Oh ya, Pengalaman selanjutnya yang gue ambil bahwa " Kita harus berbagi makanan satu sama lain gak boleh ada ego disini".

Sangat bersemangat untuk melanjutkan perjalanan, Barang bawaan yang gak terlalu gue butuhkan di tinggal di camp dan membawa yang penting penting aja. 

Lanjut berjalan bersama sedikit demi sedikit.

Apa Kabar Rasa Takut ?

ketika gue tau banyak rintangan yang harus gue lewati untuk mencapai puncak. Melewati sabana demi sabana bukit demi bukit hingga terkadang batu dan tanah yang gak kuat menahan pijakan kaki. Gak bisa gue bayangin harus melewati itu semua. 

 Sabana.

Rasa takut itu pun dateng lagi menghampiri, gue sempet mikir buat nyerah.Berjalan cukup jauh dan air minum yang sangat terbatas guepun beristirahat sejenak, Rasa takut itupun berganti menjadi lelah. gue gamau ngeluh tapi sebenarnya gue sangat lelah. 
Gue berpikir buat nyerah sampai disini aja lah dan gak ngelanjutin perjalan ke puncak. Tapi gue harus sampai Puncak. Pengalaman yang gue ambil disini sebenernya " Gue gak boleh banyak ngeluh dan gue harus lawan rasa takut " dan bukan waktu yang tepat buat ngeluh.

 Gunung merapi.

Senyum lebar.

Setelah melanjutkan perjalanan, Puncakpun mulai terlihat nahh gimana gue ga senyum lebarrrr. Puncak udah depan mata cuyyy.... Oh ya, gunung merbabu berdekatan dengan gunung merapi jadi lo bisa liat merapi yang gagah kaya foto diatas itu hehee.

Tapi gue tau ini belum sampe puncak jadi senyum gue belum bahagia bahagia banget. Lelah pun menghampiri gilaaaa .. kaki berasa mau di copott dulu aja atau mau nyari tempat pijit di gunung ada ga sih????? 

Tangan gue pun sudah lelah meraba batu yang kuat,Matapun udah gak sanggup melawan debu,Hidungpun sudah sedikit menolak menerima udara yang ingin masuk,Jaripun udah kayak nolak ajakan gue untuk mencari batang pohon terkuat untuk menjadi pegangan. gue tau raga ini udah mulai menyerah tapi jiwa gue gak.

Pelajaran yang gue ambil dalam hal ini "Menyerah bukan alasan gue untuk menaklukan rasa takut. "Gue gak ingin rasa takut memenangkan perjalanan ini. Gue tau suatu perjalanan tidak ada yang sia-sia. 


Tetapi ambisi dan jiwa gue yang ingin menang. Maap yak kalo gue terlalu ambisius dalam hal ini.Perlahan gue dan temen temen melanjutkan perjalanan dan mendaki ke puncak.

 
Pada akhirnya…….
 




Merbabupun sangat baik menerima kehadiran gue.

Gue pun berhasil melawan rasa takut dan pembelajaran yang sangat berarti bahwa, 

"Kita tidak akan pernah mampu menaklukan gunung, Karena bukan gununglah yang kita taklukan melainkan Rasa Takut dan ego pribadi ”-Edmund Hillary

 Terimakasih kawan-kawan.

 Salam Lestari Kawan-Kawan!!
Terimakasih banyak kawan kawan untuk pengalaman sangat berharga.


Semoga kalian bisa kesini,
Jalan Bareng dan Jangan Lupa Pulang!
Salam Bebas,


Gue Aldy.


































Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

0 comments:

Posting Komentar

GUE ALDY INI CERITA GUE